Manusia Makhluk Sosial - ISBD
Syaif Alwan Sugiharto
Pendidikan Kimia
Esai
Manusia dalam
kehidupannya tidaklah bergantung pada diri sendiri. Setiaptindakan yang akan di
lakukan seorang manusia, pasti berhubungan danmembutuhkan orang lain. manusia
selain disebut sebagai makhluk individu, manusia juga disebut sebagai makhluk
sosial. Manusia dengan kodratnya sebagai makhluksosial, manusia tidak dapat
hidup seorang diri. Manusia memiliki kebutuhan untukberinteraksi dengan manusia
lainnya.
Dalam pandangan teologi,
manusia adalah salah satu makhluk hidup yang tinggi derajatnya dibandingkan
makhluk lainnya. Oleh sebab itu, keberadaan manusia dibekali akal, hati, dan
pikiran untuk menunjang berbagai kegiatan positif di muka bumi. Manusia terdiri
dari empat unsur yang saling terintegrasi antara satu dengan yang lainnya,
yaitu jasad, hayat, ruh, dan nafs.
Berbicara tentang
manusia, tentunya harus kita lihat secara keseluruhan, baik manusia itu sebagai
makhluk individu, maupun sebagai makhluk sosial. Selain itu kita juga harus
melihat manusia itu sebagai makhluk Tuhan. Karena dalam kehidupan ini manusia
adakalanya melakukan kegiatan individu seperti makan, mandi, belajar. Selain
itu manusia juga melakukan kegiatan yang bersifat sosial seperti membantu
masyarakat dan berkontribusi di dalamnya. Dan juga ada waktu dimana manusia
melakukan kegiatan yang bersifat ketuhanan, seperti pergi ketempat ibadah,
mengaji, mendatangi majelis ilmu, dan lain – lain. Ketiga hal tersebutlah yang
membedakan manusia dari makhluk lainnya di dunia.
Manusia sebagai
makhluk individu adalah manusia yang memiliki kesatuan yang terbatas, yaitu
sebagai manusia “perseorangan” atau “orang seorang” yang memiliki keunikan.
Setiap manusia memiliki keunikan atau ciri khas tersendiri, tidak ada manusia
yang persis sama. Dari sekian banyak manusia, ternyata masing – masing memiliki
keunikan tersendiri. Sekalipun orang itu terlahir secara kembar, mereka tidak
ada yang memiliki ciri fisik dan psikis yang persis sama.
Setiap manusia
memiliki ciri khas yang berbeda. Baik itu ciri fisik maupun ciri psikisnya.
Tidak mungkin seorang manusia memiliki ciri khas yang sama persis dengan orang
lain. Bahkan seseorang yang di katakan kembar identik pun pasti memiliki ciri
khas yang berbeda, misal dari sidik jarinya. Keunikan dan ciri khas masing – masing
orang itulah yang dijadikan faktor pembeda antara manusia yang satu dengan
manusia yang lain.
Sebagai individu,
manusia memiliki harkat dan martabat yang mulia, dan setiap manuisa memiliki
harkat dan martabat yang sama. Perbedaan yang ada seperti berbeda keyakinan,
tempat tinggal, ras, suku, dan golongan tidak meniadakan persamaan akan harkat
dan martabat sebagai manusia. Disamping iitu, manusia sebagai makhluk individu
harus berupaya merealisasikan dan meningkatkan potensi yang ada pada dirinya,
baik potensi jasmani maupun rohani. Sehingga setelah itu individu – individu
ini dapat berkembang menjadi pribadi – pribadi yang baik dengan kepribadiannya.
Sehingga dapat bermanfaat dilingkungannya dalam aspek bermasyarakat dalam
tujuan manusia sebagai makhluk sosial.
Manusia saat
dilahirkan seorang diri, tetapi manusia akhirnya harus bermasyarakat. Manusia
tidak sama seperti makhluk lainnya, misalnya hewan. Hewan tidak membutuhkan
pertolongan hewan lainnya untuk dapat hidup. Sejak hewan masih kecil, ia sudah
dapat mencari makanannya sendiri. Ia sudah dapat berjalan sendiri, dan pergi
kemanapun. Karena hewan dibekali naluri kehewanannya dan alat-alat fisik yang
dapat menunjang kemandiriannya untuk dapat memenuhi kebutuhannya sendiri.
Dalam kehidupan
sehari-harinya, manusia tidak terlepas dari pengaruh orang lain. Dalam mencukupi
kebutuhannya manusia membutuhkan orang lain. Dalam lingkungan sosialnya
misalnya dalam pergaulannya, manusia membutuhkan orang lain untuk berbicara, berdiskusi,
bekerja dan lain – lain. Dari sejak manusia terlahir ke muka bumi, manusia
membutuhkan peran orang lain, dan inilah yang kita sebut manusia sebagai
makhluk sosial.
Dalam masyarakat
manusia tidaklah dapat hidup sendiri. Mereka hidup berinteraksi dengan orang
lain. Dalam interaksi itulah manusia harus memiliki suatu etika dan norma hidup
bermasyarakat yang baik, seperti norma agama, norma susila (moral), norma
kesopanan, dan norma hukum.
Manusia dalam
kelompok sosialnya, misalnya hidup bernegara terikat pada norma – norma sebagai
hasil interaksi dari manusia itu sendiri. Keterikatan norma termasuk
keterikatan untuk menghargai adanya orang lain. Jika dalam konteks individu
muncul hak – hak dasar manusia, maka dalam konteks sosial ini muncul kewajiban
dasar manusia. Kewajiban dasar manusia yang dimaksud adalah menghargai hak
dasar orang lain serta mentaati norma – norma yang berlaku di masyarakatnya.
Berdasarkan hal
tersebut, maka manusia sebagai makhluk sosial berimplikasi pada kesadaran akan
ketidakberdayaan manusia bila seorang diri; kesadaran untuk terus berinteraksi
dengan orang lain; menghargai hak – hak orang lain di muka umum; dan ketaatan
terhadap peraturan – peraturan yang berlaku.
Manusia sebagai
makhluk individu mempunyai karakter yang khas dengan corak kepribadian yang
berbeda – beda. Sehingga dapat dibedakan dengan individu lainnya. Dan sebagai
makhluk sosial, manusia harus mampu berinteraksi sosial dengan lingkungannya
dan harus ia sadari bahwa dirinya merupakan bagian dari kelompok sosial
tersebut. Di sini individu sebagai manusia, maupun sebagai makhluk sosial harus
berkembang seimbang, serasi, dan berkesinambungan berdasarkan Pancasila.
Komentar
Posting Komentar